PSI.UMG – Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, Jumat, 6 Februari 2026, memulai inisiasi kerja sama inkubasi budidaya melon dan ikan gurame sebagai langkah strategis penguatan ekonomi desa berbasis inovasi pertanian dan perikanan berkelanjutan. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Gredek Muhammad Bahrul Ghofar, S.H., S.AP., Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Gresik Prof. Dr. Yudhi Arifani, Kepala Pusat Studi dan Inovasi UMG Dr. Umaimah, S.E., M.Ak., CSRS, serta Kepala Pusat Penelitian UMG Rohmatin Agustina, S.P., M.P.
Dalam peryataanya Muhammad Bahrul Ghofar menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud komitmen Desa Gredek dalam mengoptimalkan potensi lokal melalui sinergi dengan perguruan tinggi. “Kami ingin BUMDes tumbuh sebagai pusat ekonomi desa yang inovatif dan berkelanjutan, dengan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Prof. Dr. Yudhi Arifani menyampaikan bahwa DPPM UMG siap mendampingi desa melalui riset terapan dan pengabdian masyarakat yang berorientasi pada solusi. Menurutnya, model inkubasi ini dirancang untuk memperkuat produktivitas, tata kelola usaha, dan keberlanjutan, sehingga unit usaha desa mampu meningkatkan daya saing dan akses pasar.
Sorotan utama kegiatan ini adalah pengembangan budidaya melon di greenhouse BUMDes Barokah Gredek. Rohmatin Agustina menjelaskan bahwa penerapan sistem greenhouse memungkinkan pengendalian iklim mikro, efisiensi penggunaan air dan nutrisi, serta konsistensi kualitas hasil panen. “Melalui greenhouse, kualitas melon dapat dijaga lebih stabil dan berdaya saing tinggi, sehingga BUMDes memiliki peluang masuk ke pasar dengan nilai jual yang lebih baik,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Umaimah menekankan potensi budidaya ikan gurame sebagai komoditas unggulan yang memiliki permintaan pasar stabil dan nilai ekonomi jangka panjang. Ia menyampaikan bahwa penguatan aspek inovasi, manajemen usaha, dan keberlanjutan lingkungan menjadi kunci keberhasilan budidaya. “Ikan gurame tidak hanya menjanjikan dari sisi produksi, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai unit usaha desa yang berkelanjutan jika didukung oleh tata kelola dan inovasi yang tepat,” ungkapnya.
Melalui inisiasi kerja sama ini, seluruh pihak berharap terbangun ekosistem inkubasi desa yang mengintegrasikan riset, inovasi, dan praktik lapangan, serta menjadi model pengembangan agribisnis–perikanan yang dapat direplikasi di wilayah lain di Kabupaten Gresik.






