MENATA KEUANGAN GEN Z : ANTARA KEBUTUHAN DAN KEINGINAN

Wasti Reviandani, S. E, M. M, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMG

Generasi Z dikenal adaptif, kreatif, dan lekat dengan teknologi. Namun, di balik kemudahan akses digital dan gaya hidup serba cepat, muncul tantangan besar: mengelola keuangan secara bijak. Godaan diskon, tren media sosial, dan budaya “healing” dan “fomo”  sering kali membuat batas antara kebutuhan dan keinginan menjadi kabur. Sering kali keinginan mendominasi kebutuhan dan akhirnya keuangan yang sumbernya terbatas berhadapan pengeluran yang jumlahnya tidak terbatas seperti keinganan manusia tanpa batas.

Memahami Kebutuhan vs Keinginan

Kebutuhan adalah hal-hal mendasar yang harus dipenuhi untuk menunjang kehidupan, seperti makan, tempat tinggal, transportasi, pendidikan, dan kesehatan. Sementara itu, keinginan bersifat pelengkap—tidak wajib, tetapi memberi kepuasan emosional, misalnya ganti gawai terbaru, nongkrong di kafe hits, atau belanja barang bermerek.

Banyak Gen Z yang secara tidak sadar menempatkan keinginan seolah-olah kebutuhan. Inilah titik awal masalah keuangan.

Tantangan Finansial Gen Z

Gen Z hidup di era cashless dan paylater. Kemudahan transaksi digital memang praktis, tetapi juga memicu pengeluaran impulsif. Ditambah lagi, tekanan sosial dari media sosial membuat sebagian anak muda merasa “harus ikut tren” agar tidak tertinggal.

Penghasilan yang masih terbatas—baik dari uang saku, gaji awal, atau pekerjaan lepas—sering kali tidak sebanding dengan gaya hidup yang ingin dijalani.

Strategi Mengelola Keuangan

Agar tidak terjebak dalam pola boros, Gen Z perlu membangun kesadaran finansial sejak dini. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:

Menyusun anggaran bulanan, dengan memprioritaskan kebutuhan.

Menerapkan prinsip 50-30-20, yaitu 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan atau investasi.

Menunda pembelian impulsif, beri jeda waktu sebelum membeli barang yang diinginkan.

Memanfaatkan teknologi secara bijak, seperti aplikasi pencatat keuangan.

Menabung dan Investasi Bukan Sekadar Tren

Menabung dan berinvestasi sering dianggap membosankan, padahal keduanya adalah kunci kebebasan finansial di masa depan. Dengan memulai dari nominal kecil dan konsisten, Gen Z bisa membangun kebiasaan finansial yang sehat tanpa harus mengorbankan kesenangan sepenuhnya.

Bijak Hari Ini, Aman Esok Hari

Mengelola keuangan bukan berarti menahan diri secara berlebihan, melainkan menyeimbangkan kebutuhan dan keinginan. Gen Z yang mampu bersikap bijak terhadap uang akan lebih siap menghadapi masa depan, bebas dari stres finansial, dan tetap bisa menikmati hidup sesuai porsinya.

 

By. Admin

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *