UMG Dorong Hilirisasi Riset Melalui Seminar Nasional, Hadirkan Pakar Pangan, Teknologi, dan Sistem Informasi Berkelanjutan

Inovasi53 Dilihat

PSI.UMG– Komitmen memperkuat ekosistem riset dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat terus diwujudkan Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Memasuki hari kedua rangkaian  Seminar Nasional, Pameran Inovasi, dan Anugerah Inovator 2026,  UMG menghadirkan tiga akademisi dan peneliti yang membahas isu-isu strategis mulai dari industrialisasi pangan, pangan fungsional, hingga transformasi digital berkelanjutan.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh  Pusat Studi dan Inovasi Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Gresik pada  9–10 Juni 2026 tersebut mengusung tema  Smart Innovations Integrating Local Wisdom for Environmental, Health, Social, and Educational Impact.

Direktur DPPM UMG,  Prof. Dr. Yudi Arifani, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa seminar nasional tidak hanya menjadi forum diseminasi hasil penelitian, tetapi juga ruang kolaborasi untuk mempercepat hilirisasi inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga harus melahirkan inovator yang mampu menciptakan perubahan. Inovasi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar atau rumit. Justru banyak inovasi lahir dari kepekaan melihat persoalan di sekitar, kemudian menghadirkan solusi yang sederhana, tepat guna, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Ketua Pusat Studi dan Inovasi UMG, Dr. Umaimah, S.E., M.Ak., menjelaskan bahwa pemilihan tema seminar tahun ini disusun untuk memperlihatkan bahwa inovasi tidak lagi berdiri sendiri dalam satu disiplin ilmu, melainkan harus terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat, perkembangan teknologi, dan kearifan lokal.

“Ke depan, inovasi yang dibutuhkan bukan hanya yang canggih secara teknologi, tetapi juga mampu menyelesaikan persoalan riil masyarakat. Karena itu kami menghadirkan narasumber dari berbagai bidang agar peserta memperoleh perspektif yang komprehensif,” jelasnya.

Mengangkat Isu Strategis Nasional

Pada sesi seminar, Dr. Farikhah, S.Pi., M.Si. mengangkat tema  “Urgensi Inovasi Berlandaskan Penguasaan Sistem Biologis yang Mantap sebagai Motor Penting Menuju Era Industrialisasi Pangan.”

Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa penguatan sistem biologis merupakan fondasi penting bagi pembangunan industri pangan nasional. Penguasaan teknologi berbasis biologi dinilai mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, sekaligus mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Sementara itu, Amalia Rahma, S.Gz., M.Si. membahas konsep Nutritious Functional Food Concept: Advancing Healthy Nutrition through Innovation for Degenerative Disease Prevention and Sustainable Living.”

Materi tersebut menyoroti pentingnya pengembangan pangan fungsional sebagai bagian dari upaya preventif terhadap meningkatnya penyakit degeneratif. Menurutnya, inovasi pangan berbasis bahan lokal berpotensi menjadi solusi kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk pangan Indonesia.

Adapun  Indra Gita Anugrah, S.Kom., M.Kom.  menyampaikan materi bertajuk  “Smart Information Systems for Sustainable Future.” Ia menjelaskan bagaimana sistem informasi cerdas menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung tata kelola organisasi, pelayanan publik, serta pengambilan keputusan berbasis data menuju pembangunan yang berkelanjutan.

Membangun Kolaborasi Multidisiplin

Ketua Panitia, Dr. Ernawati, S.Kep., Ns., M.Kes., mengatakan bahwa seminar nasional tahun ini sengaja menghadirkan narasumber dari disiplin ilmu yang berbeda untuk menunjukkan bahwa tantangan pembangunan saat ini membutuhkan pendekatan multidisiplin.

“Permasalahan lingkungan, kesehatan, pangan, maupun transformasi digital tidak bisa diselesaikan oleh satu bidang ilmu saja. Karena itu forum ini menjadi wadah bertemunya berbagai perspektif untuk melahirkan inovasi yang lebih komprehensif,” ujarnya.

Menurutnya, seminar tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian  Anugerah Inovator 2026, yang sebelumnya berhasil menjaring 201 karya inovasi  dari berbagai perguruan tinggi dan institusi di Indonesia. Dari jumlah tersebut,  156 karya  lolos seleksi administrasi dan substansi sebelum akhirnya disaring menjadi  24 finalis terbaik  yang mempresentasikan inovasinya di hadapan dewan juri.

Mendukung Ekosistem Inovasi Berdampak

Melalui penyelenggaraan seminar nasional ini, UMG ingin memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun budaya riset, kolaborasi, dan inovasi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat  Diktisaintek Berdampak, yang mendorong hasil penelitian dan inovasi perguruan tinggi tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi berkembang menjadi solusi yang dapat diimplementasikan untuk menjawab tantangan pembangunan di bidang kesehatan, pangan, lingkungan, sosial, dan teknologi.

Dengan menghadirkan akademisi dari berbagai bidang keilmuan, Seminar Nasional UMG 2026 diharapkan menjadi katalis lahirnya kolaborasi riset lintas disiplin yang mampu mempercepat hilirisasi inovasi menuju Indonesia yang lebih maju, sehat, dan berkelanjutan.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *