PSI.UMG – Pusat Studi dan Inovasi Bidang Eksakta dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gresik bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik melakukan mapping kajian pada Sekolah Rakyat (SR) Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Pusat Studi dan Inovasi Bidang Eksakta dan Kesehatan UMG Dr. Ernawati, tim dari Psikologi UMG Dr. Idha Rahyu, Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Yeni,, dan Puskesmas Sidayu, Bapak Nur Chakim, S.Kep, Ners, serta Guru Sekolah Rakyat. Maping kajian SR bertempat di SMPN 30 Sidayu Gresik. pada tanggal 12 Desember 2025.
Siswa Sekolah Rakyat sebanyak 75 anak terdiri dari siswa perempuan 44 dan 31 laki-laki, Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang berorientasi pada pemberdayaan peserta didik. Menurut Dr. Ernawati “Mapping program ini menunjukkan bahwa sekolah bukan hanya sebagai institusi formal, tetapi juga dapat menjadi ruang belajar komunitas yang humanis, inklusif, dan reflektif.” Melalui pendekatan pembelajaran berbasis dialog dan pengalaman, kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan atmosfer yang memerdekakan peserta didik dari tekanan akademik yang bersifat kaku, serta memberikan ruang bagi tumbuhnya kreativitas dan keberanian berpendapat.
Dr. Idha Rahayu dosen psikologi UMG menyampaikan bahwa “berdasarkan perspektif psikologi pendidikan, rencana kegiatan Sekolah Rakyat ini akan memberikan kontribusi terhadap penguatan motivasi intrinsik siswa”. Selama kegiatan berlangsung, siswa diajak untuk terlibat secara aktif dalam diskusi, kerja kelompok, serta eksplorasi isu sosial di lingkungan mereka. Pola interaksi seperti ini mampu meningkatkan self-efficacy dan rasa memiliki terhadap proses belajar. Pendekatan yang lebih personal dan tidak hirarkis membuat siswa lebih nyaman dalam mengekspresikan gagasan, sehingga meningkatkan kemampuan regulasi diri, kepercayaan diri, dan kesiapan sosial-emosional mereka sebagai remaja yang sedang berada dalam fase penting pembentukan identitas.
Rencana kegiatan ini juga memberikan nilai psikososial yang besar, khususnya dalam konteks pembangunan karakter dan kompetensi sosial. Melalui aktivitas kolaboratif antar siswa, guru, dan fasilitator, Sekolah Rakyat menjadi wadah yang memperkuat empati, komunikasi, serta keterampilan kerja sama. Pendekatan berbasis komunitas membantu peserta didik memahami persoalan di sekitar mereka secara lebih kritis dan kontekstual. Hal ini sekaligus menumbuhkan resiliensi dan kepekaan sosial, karena siswa didorong untuk melihat diri mereka bukan hanya sebagai pelajar, tetapi juga bagian dari komunitas yang memiliki peran dalam menciptakan perubahan.
Melalui penyelenggaraan Sekolah Rakyat SMPN 30 Sidayu Gresik menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang selaras dengan kebutuhan perkembangan peserta didik masa kini. Program ini menjadi contoh bagaimana kegiatan non-formal dapat memperkaya proses pembelajaran formal dan melahirkan generasi siswa yang lebih kritis, empatik, dan berdaya. Kegiatan pada 12 Desember 2025 tersebut tidak hanya memberi manfaat jangka pendek berupa pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga memberi kontribusi jangka panjang dalam membentuk karakter, kemampuan berpikir reflektif, dan kesiapan mental siswa untuk menghadapi tantangan kehidupan yang semakin kompleks. Rencana tindak lanjut dari hasil kajian akan ditindaklanjuti pada tanggal 20 Januari 2026 dengan implementasi assessment pada siswa Sekolah Rakyat.






