PSI.UMG – Gresik kembali mencatat sejarah inovasi pendidikan dalam ajang Ginofest 2025 Jumat yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Gresik di Icon Mall pada Jumat 5.12.2025. Gerakan pendidikan berbasis kearifan lokal Sekolah Ndeso yang digagas oleh Afakhrul Masub Bakhtiar dosen Fakultas Keguruan dan Pendidikan UMG, didampingi alumni UMG, Azkannasabi berhasil meraih Juara 1 Inovasi Daerah.
Sekolah Ndeso lahir dari keyakinan bahwa anak adalah benih kehidupan, titipan semesta yang berhak tumbuh dalam tanah yang subur, disirami kasih, dan diterangi cahaya pengetahuan. Di desa, alam bukan hanya latar, melainkan guru yang bijak. Sawah mengajarkan kesabaran, sungai mengajarkan aliran kehidupan, hutan kecil mengajarkan keseimbangan. Budaya menjadi jembatan antar generasi, menautkan kearifan leluhur dengan cita-cita masa depan. Ekologi menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga bumi berarti menjaga diri, sementara spiritualitas menuntun anak mengenali dirinya sebagai bagian dari semesta.
Dengan filosofi pendidikan inklusif, Sekolah Ndeso menegaskan hak anak untuk belajar dalam ruang yang membebaskan, berkembang sesuai potensi, dan merasakan kebahagiaan dalam setiap langkah. Metode khas TAR (Tumbuhkan, Alami, Rayakan) menjadi ruh pembelajaran: (1) Tumbuhkan potensi anak dengan kasih dan ruang belajar yang membebaskan; (2) Alami proses belajar langsung dari alam, budaya, ekologi, dan spiritualitas; dan (3) Rayakan setiap pencapaian sebagai bagian dari perjalanan hidup yang bermakna.
Penghargaan Juara 1 Inovasi Daerah di Ginofest 2025 bidang Budaya dan Sosial Kependudukan, menjadi pengakuan bahwa pendidikan berbasis budaya dan ekologi bukan hanya relevan, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman. Sekolah Ndeso adalah taman kehidupan. Ia menanamkan nilai bahwa melindungi anak berarti melindungi masa depan bangsa. Di desa, benih itu tumbuh dengan akar budaya, bernafas bersama alam, dan bersiap terbang dengan sayap masa depan.
By : Afakhrul Masub Bakhtiar





