PSI.UMG – Pusat Studi dan Inovasi, Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) memaparkan gagasan awal Cita Ekosistem Ketahanan Pangan sebagai konsep fundamental untuk mendukung implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Gresik. Pemaparan dilakukan pada Senin, 29 September 2025 di Kantor DPRD Kabupaten Gresik.
Presentasi tersebut disampaikan langsung oleh Dr. Umaimah, S.E., M.Ak., CSRS, Kepala Pusat Studi dan Inovasi UMG, didampingi oleh Direktur DPPM UMG, Prof. Dr. Yudhi Arifani, di forum komisi 2 DPRD Kabupaten Gresik dan dihadiri beberapa OPD. UMG memperkenalkan konsep Cita Ekosistem Ketahanan Pangan sebagai inovasi model integratif yang menghubungkan produksi pangan lokal, teknologi pertanian modern, pemberdayaan petani dan UMKM, serta tata kelola pangan daerah dalam mendukung Program MBG.
Dr. Umaimah menjelaskan bahwa gagasan ini masih berupa konsep akademik dan early framework yang disiapkan untuk membantu pemerintah daerah merancang ekosistem pangan yang berkelanjutan. “Hari ini kami belum berbicara implementasi, tetapi memaparkan ide awal ekosistem ketahanan pangan yang dapat menjadi fondasi daerah dalam menghadapi kebutuhan besar Program Makan Bergizi Gratis. Ini adalah kontribusi akademik untuk memberi pilihan strategi berbasis data”, ujar Dr. Umaimah dalam forum tersebut.
“UMG siap menjadi mitra strategis Pemkab dan DPRD. Tugas kami adalah menyediakan kajian berbasis riset sehingga setiap kebijakan daerah, termasuk ketahanan pangan, memiliki landasan akademik yang kuat”, tegas Prof. Yudhi Arifani.
Program MBG memerlukan ekosistem pasokan pangan yang kuat di tingkat daerah. Kabupaten Gresik, sebagai daerah dengan potensi pertanian, perikanan, membutuhkan strategi terintegrasi untuk menjamin keberlanjutan pangan lokal.
“Gresik membutuhkan konsep seperti ini. Kami menyambut baik inisiatif UMG karena ide-ide ini akan sangat membantu DPRD dalam memastikan kebijakan ketahanan pangan tidak hanya jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan”, ujar Ahmad Nurhamin.
Gagasan dipresentasikan melalui paparan yang meliputi pemetaan potensi pangan lokal, konsep ekosistem terintegrasi, strategi pemberdayaan berbasis green technology, model monitoring digital, dan struktur multi-stakeholder.
Pertemuan ini menjadi langkah awal kolaborasi akademisi dan legislatif dalam merancang arah kebijakan ketahanan pangan Kabupaten Gresik di era Program Makan Bergizi Gratis (MBG)






