Loneliness Pada Anak Tunggal: Ketangguhan untuk Menjadi Mandiri

Najwa Raisya Kamilah, Mahasiswa Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang

Opini1420 Dilihat

PSI.UMG  – Menjadi anak tunggal dalam sebuah keluarga tentunya memiliki tantangan tersendiri. Nah, salah satunya bisa jadi ia merasa kesepian atau loneliness. Terkadang banyak dari mereka yang ditinggal bekerja oleh orang tua mereka dan hanya dirumah bersama pengasuhnya, hal ini menyebabkan anak tersebut merasa tidak memiliki teman dan merasa kesepian

Penilaian orang terhadap anak tunggal adalah anak yang egois dan manja, meskipun nyatanya semua tergantung pada pola asuh orang tua. Sikap orang tua yang memanjakan anaknya dimanapun dan kapanpun menjadikan anak tersebut merasa menang (egois dan manja). Tetapi Banyak anak tunggal yang diasuh memiliki kemandirian karena keseimbangan antara kasih sayang yang cukup dan diberikan kepercayaan oleh kedua orang tuanya.

Lonelinnes adalah kondisi seseorang merasa kesepian, digambarkan dengan tidak adanya saudara kandung untuk teman bermain dan tempat ia bebas bercerita, jika orang tua anak tersebut tidak menanggapi keterbukaan anak terhadap orang tua. Seperti, membatasi anak untuk bercerita tentang apa yang ia rasakan atau apa yang ia alami pada hari-harinya. Menjadi anak tunggal tentu saja memiliki keuntungan dan kerugian terhadap masing-masing individu.

Anak tunggal mendapat perhatian yang cukup karena ia tidak harus bersaing untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang. ia juga tidak dibandingkan dengan saudara kandungnya sehingga ia merasa lebih menonjol karena tidak pernah dihakimi oleh orang tuanya. Sedangkan anak yang memiliki saudara kadang merasa perhatian yang didapat dari orang tua terbagi  dengan saudaranya, dan lebih sering memendam segala yang ia rasakan dan alami sendirian.

Menurut Eliana,dkk (2024) Kesepian secara konsisten dan signifikan memengaruhi setiap dimensi kesejahteraan psikologis. Sedangkan menurut Sabrina,dkk (2022) loneliness yaitu keadaan seseorang yang menginginkan kehadiran orang lain tetapi tidak terpenuhi. Selanjutnya, menurut Nuramalia (2025) loneliness merupakan gangguan perasaan yang disebabkan oleh keinginan untuk memiliki hubungan sosial yang tidak tercapai sesuai harapan. Jadi loneliness sebagaimana dari pendapat tersebut adalah kesepian merupakan keadaan dimana kita menginginkan seseorang hadir tetapi tidak tercapai, ini juga dapat menyebabkan psikologis kita terganggu dikarenakan kesepian. Tetapi, loneliness juga bukan sesuatu yang menyedihkan.

Kondisi loneliness yang dialami anak tunggal digambarkan dengan berbagai kondisi dengan salahnya pola asuh terhadap anak, kurangnya interaksi sosial terhadap sebaya. Namun kondisi tersebut tidak bisa dipukul secara merata karena tidak semua anak tunggal mengalami hal yang sama. Beberapa kondisi yang tidak menjadikan anak tunggal dalam kondisi tersebut dikarenakan mereka memiliki orang tua yang selalu mendukung, mengajaknya untuk bercerita hal-hal baru yang dialaminya, memberi kepercayaan pada anak, dan memberi hak untuk memilih apa yang akan ia jalani kedepannya. Hal ini membuat anak merasa ia berada di posisi nyaman, tanpa paksaan dan juga tidak merasa sendiri.

Lonelinnes bukan berarti tidak bisa diselesaikan, tapi justru hal ini bisa menjembatani anak untuk mengespresikan dirinya dan belajar mencintai diri sendiri. Maka, sebagai anak tunggal jangan merasa sendiri, Kita bisa berbagi cerita ke teman atau sahabat terdekat juga. Karena kalian mungkin lebih beruntung daripada anak-anak yang harus berbagi kasih sayang nya dengan saudara saudara mereka.

By : Raisya

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *