PSI.UMG – Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas kolaborasi berdampak nyata dengan para pemangku kepentingan. Langkah penting ini ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus Implementation Agreement antara UMG dengan Perkumpulan PADMA (Pusat Aksi dan Studi Pemberdayaan) Indonesia pada hari Kamis, 4 Juni 2026. Prosesi penandatanganan tersebut berlangsung di Meeting Room Lantai 7, Gedung I Kampus 1 UMG, Jalan Sumatra 101 GKB, Gresik.
Rektor UMG, Prof. Khoirul Anwar, M.Pd., menegaskan bahwa kesepahaman ini merupakan pijakan awal yang sangat krusial untuk mengintegrasikan kinerja pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat demi kemaslahatan publik. Secara khusus, Rektor menginstruksikan Pusat Studi dan Inovasi (PSI) UMG sebagai garda terdepan agar segera menindaklanjuti kerja sama ini dengan aksi-aksi nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas. Beliau juga menekankan pentingnya luaran (outcome) program yang menyentuh aspek emosional dan rasa, tidak sekadar kognitif, melalui dokumentasi video studi inovasi, publikasi media, hingga penyusunan buku referensi berbasis aksi dan sintesis riset lapangan, bukan sekadar kajian literatur.
Menyambut arahan tersebut, Ketua PADMA Indonesia, Sidiq Notogero, mengungkapkan optimismenya bahwa kolaborasi ini akan menjadi kontribusi konkret bagi dinamika pembangunan di Kabupaten Gresik. Sebagai langkah jangka pendek, PADMA bersama PSI UMG menginisiasi program “PERMATA” (Perempuan Mandiri dan Sejahtera). Program ini secara khusus menyasar pemberdayaan perempuan pra-sejahtera di Kabupaten Gresik agar mandiri secara ekonomi melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan intensif. Perwakilan PADMA, Mas Faizin, menambahkan bahwa program Permata diharapkan berjalan berkelanjutan, mencakup pengurusan PIRT, pendaftaran merek, serta sertifikasi halal yang disinergikan dengan Diskoperindag dan Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik. Selain itu, terbuka pula peluang kolaborasi program paket untuk kelompok difabel usia sekolah melalui skema KKN Tematik.
Ketua PSI UMG, Dr. Umaimah, M.Ak., yang dalam kesempatan tersebut didampingi oleh Dr. Abdul Kholid Achmad, M.Pd., dan Dr. Ernawati, M.Kes., menyatakan kesiapan penuh institusinya untuk mengawal kolaborasi ini. Dr. Umaimah menjelaskan bahwa kemitraan ini sangat selaras dengan visi PSI UMG untuk menjadi pusat studi yang unggul dan terdepan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Dr. Umaimah memaparkan bahwa rencana fokus strategis PSI UMG untuk periode 2026/2027 secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 5 (Kesetaraan Gender) dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Manifestasi dari integrasi kedua isu global ini melahirkan konsep gerakan edukatif bertajuk “Ladang Harapan dan Keberanian”.
“Konsep ‘Ladang Harapan dan Keberanian’ memposisikan perempuan sebagai agen perubahan dalam membangun keluarga dan lingkungan yang adil serta berkelanjutan. ‘Ladang’ diartikan sebagai ruang untuk tumbuh bersama; ‘Keberanian’ menjadi modal sosial perempuan untuk bersuara dan mengambil peran; sedangkan ‘Harapan’ mewakili visualisasi masa depan yang setara serta ramah lingkungan. Perempuan tidak hanya rentan terhadap dampak perubahan iklim, tetapi mereka adalah inovator tangguh dalam mitigasi dan adaptasi lingkungan,” urai Dr. Umaimah.
Dalam implementasi praktisnya, PSI UMG siap mendampingi kaum perempuan dari hulu ke hilir, mulai dari proses up-skilling, penggalian ide usaha, tata kelola manajemen, hingga legalitas usaha. Terkait hal ini, Dr. Abdul Kholid Achmad dari PSI mengingatkan pentingnya akselerasi sertifikasi halal, mengingat mandatori sertifikasi halal untuk produk makanan akan jatuh pada Oktober 2026. PSI melalui Halal Center UMG terus bergerak aktif mengader mahasiswa menjadi pendamping halal untuk menyerap kuota alokasi yang masih sangat besar. Potensi ini juga akan diintegrasikan dengan program pengembangan makanan khas kawasan Gresik Kota Lama (Gresik Nesia) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Budaya.
Menutup penjelasannya, Dr. Umaimah menegaskan bahwa PSI UMG selalu membuka pintu kolaborasi multipihak (pentahelix) guna menghasilkan studi multidisiplin serta mendiseminasikan produk inovasi demi mendorong kemajuan pembangunan, khususnya di wilayah Kabupaten Gresik.

