PSI.UMG – Komitmen dalam meningkatkan daya saing pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perempuan terus diwujudkan melalui kolaborasi strategis antara Pusat Studi dan Inovasi (PSI) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) dengan PADMA Indonesia. Bertempat di Kantor PADMA Indonesia Gresik, kedua lembaga secara resmi mengimplementasikan Implementation Agreement (IA) Program PERMATA (Perempuan Mandiri dan Tangguh) yang difokuskan pada pendampingan legalitas usaha, khususnya sertifikasi halal dan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi perempuan pra-sejahtera.
Kegiatan ini merupakan implementasi nyata kerja sama PSI UMG dan PADMA Indonesia dalam membangun ekosistem pemberdayaan ekonomi perempuan yang berkelanjutan. Sebanyak 15 pelaku usaha perempuan yang tergabung dalam komunitas dampingan PADMA Indonesia mengikuti pelatihan dan pendampingan secara intensif.
Fokus utama kegiatan adalah pendampingan sertifikasi halal, mengingat semakin meningkatnya kebutuhan legalitas produk sebagai syarat memasuki pasar yang lebih luas sekaligus memberikan jaminan kepercayaan kepada konsumen.
Dalam sesi utama, Dr. Abdul Kholid Achmad, M.Pd, selaku Kepala Bidang Sosial dan Humaniora Pusat Studi dan Inovasi UMG sekaligus Sekretaris Pusat Halalan Thayyiban Universitas Muhammadiyah Gresik, memberikan materi mengenai pentingnya sertifikasi halal sebagai instrumen peningkatan daya saing UMKM.
Menurut Dr. Abdul Kholid Achmad, sertifikasi halal saat ini tidak lagi dipandang sebagai sekadar kewajiban administratif, tetapi telah menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha.
“Produk halal memiliki nilai tambah yang semakin diperhitungkan oleh pasar. Sertifikasi halal bukan hanya memenuhi regulasi pemerintah, tetapi juga membangun kepercayaan konsumen dan membuka peluang pemasaran yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.
Beliau juga menjelaskan tahapan pengajuan sertifikasi halal mulai dari persiapan dokumen, penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), proses pendaftaran melalui SIHALAL, hingga pendampingan bagi pelaku UMKM agar mampu memenuhi standar yang ditetapkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Selain materi halal, peserta juga memperoleh pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai langkah awal legalisasi usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS). Pendampingan dilakukan secara langsung sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga dibimbing dalam proses administrasi sesuai kondisi usaha masing-masing.
Program PERMATA mendapat dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan. Hadir dalam kegiatan tersebut Elvita Vetty, S.P., selaku Pembina PADMA Indonesia sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Gresik.
Dalam sambutannya, Elvita Vetty menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun PSI UMG bersama PADMA Indonesia. Menurutnya, pemberdayaan perempuan akan semakin berdampak apabila diiringi dengan penguatan aspek legalitas dan kualitas produk.
“Perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga. Melalui pendampingan seperti ini, para pelaku usaha tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan nilai jual produknya melalui legalitas usaha dan sertifikasi halal,” ujarnya.
Direktur Program PERMATA dari PADMA Indonesia menjelaskan bahwa pendampingan ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan yang tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berorientasi pada keberhasilan peserta memperoleh legalitas usaha secara nyata.
Sebagai tindak lanjut, peserta kemudian mengikuti Pelatihan Inovasi Produk Berbasis Pai Siwalan dan Buah Lokal yang diselenggarakan di Dapur Wirausaha Universitas Muhammadiyah Gresik. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kreativitas pelaku UMKM dalam mengembangkan produk pangan lokal yang inovatif, memiliki nilai tambah, dan siap dipasarkan setelah memperoleh legalitas usaha.
Melalui integrasi antara legalitas usaha (NIB), sertifikasi halal, inovasi produk, dan pendampingan berkelanjutan, Program PERMATA diharapkan mampu melahirkan perempuan-perempuan pelaku usaha yang lebih mandiri, profesional, dan mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Kerja sama antara PSI UMG dan PADMA Indonesia ini menjadi salah satu model kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi masyarakat sipil dalam mendukung implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan perempuan dan penguatan ekosistem UMKM halal di Kabupaten Gresik.

