PSI.UMG – Potensi kacang bambara sebagai pangan alternatif menjadi tema podcast bertajuk “Future Smart Food: Apakah Kacang Bambara Dapat Menjadi Solusi Ketahanan Pangan dan Menurunkan Stunting di Kabupaten Gresik?”. Tema ini membuka ruang pembahasan mengenai pengembangan komoditas pertanian, diversifikasi pangan, serta keterkaitannya dengan kebutuhan masyarakat akan makanan yang beragam dan bergizi. Kamis, 13 Agustus 2026.
Berlangsung di Ruang Podcast Lantai 3, Gedung 1 UMG, mulai pukul 13.00 WIB, Kegiatan menghadirkan Ibu Darnimawati, S.P., dari BBPPSDMP Kementrian Pertanian sebagai narasumber. Podcast dipandu oleh Ir. Enadah Sri Redjeki, M.P., M.Phill., dari Prodi Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) sebagai moderator. Kehadiran keduanya mempertemukan perspektif pengembangan sumber daya manusia pertanian dengan lingkungan akademik dalam mengenalkan peluang pemanfaatan kacang bambara kepada masyarakat.
Melalui tema tersebut, perhatian diarahkan pada pentingnya mengenali sumber pangan yang belum banyak dimanfaatkan. Pengembangan pangan alternatif dapat membuka kesempatan untuk memperluas pilihan konsumsi sekaligus memperkuat hubungan antara kegiatan pertanian, pengolahan hasil, dan kebutuhan rumah tangga. Kacang bambara ditempatkan sebagai komoditas yang potensinya perlu ditelaah melalui penelitian, pendampingan, dan pengembangan produk.
Istilah Future Smart Food dalam judul kegiatan mengajak masyarakat melihat pangan dari sudut pandang masa depan. Pembahasannya dapat mencakup ketersediaan bahan baku, kesesuaian budidaya, penerimaan konsumen, serta peluang pengolahan. Dengan demikian, pengembangan komoditas tidak cukup berhenti pada pengenalan tanaman, tetapi perlu dihubungkan dengan kemampuan masyarakat memproduksi dan memanfaatkannya secara berkelanjutan.
Dalam konteks Kabupaten Gresik, tema podcast ini relevan untuk membuka percakapan tentang pemanfaatan potensi pertanian bagi kebutuhan pangan masyarakat. Pengembangan kacang bambara memerlukan pemetaan kondisi lapangan, termasuk kesiapan petani, akses benih, teknik budidaya, dan peluang pasar. Informasi tersebut menjadi dasar agar gagasan pengembangan dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan pelaku usaha pertanian.
Aspek pengolahan juga menjadi bagian penting dari pengembangan pangan alternatif. Bahan pangan perlu diolah menjadi produk yang aman, mudah dikonsumsi, dan memiliki cita rasa yang diterima masyarakat. Peluang tersebut dapat ditelaah melalui pengembangan resep, pengujian mutu, perbaikan kemasan, serta perhitungan biaya produksi. Keterlibatan mahasiswa, peneliti, dan pelaku usaha dapat membantu mempertemukan pengetahuan dengan kebutuhan pengembangan produk.
Sementara itu, kaitan kacang bambara dengan stunting perlu ditempatkan sebagai pertanyaan yang membutuhkan pembuktian. Perlu dilakukan riset terlebih dahulu bahwa konsumsi satu komoditas mampu menurunkan stunting. Potensi kontribusinya terhadap perbaikan gizi perlu dikaji berdasarkan kandungan pangan, cara pengolahan, pola konsumsi, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kelompok sasaran.
Kehadiran Darnimawati, S.P., dari BBPPSDMP Kementrian Pertanian memberikan konteks kelembagaan bagi pengembangan kapasitas pelaku pertanian. Sementara itu, peran Ir. Enadah Sri Redjeki, M.P., M.Phill., sebagai moderator menghadirkan keterkaitan tema dengan pendidikan pertanian di UMG. Podcast menjadi wadah untuk memperkenalkan persoalan tersebut melalui percakapan yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas.
Tema ini juga membuka peluang kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga pertanian, pemerintah daerah, petani, dan pelaku usaha. Kolaborasi dapat diarahkan pada penelitian budidaya, pengembangan produk, edukasi konsumsi, serta evaluasi manfaat. Setiap langkah memerlukan dasar informasi yang memadai agar potensi komoditas dapat dikembangkan secara terukur.
Melalui podcast ini, masyarakat diajak mengenali peluang pangan alternatif sekaligus memahami pentingnya kajian sebelum penerapan. Pengembangan kacang bambara diharapkan menjadi pintu masuk bagi inovasi pertanian dan diversifikasi pangan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat Gresik. Rekaman kegiatan dapat disaksikan melalui kanal YouTube.
Podcast UMG Angkat Potensi Kacang Bambara untuk Ketahanan Pangan dan Dukungan Perbaikan Gizi di Gresik

