PSI.UMG – Pusat Studi dan Inovasi (PSI) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) bersama PADMA Indonesia kembali melaksanakan Program PERMATA (Pemberdayaan Perempuan Pra-Sejahtera) melalui pelatihan inovasi produk berbasis potensi lokal. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 20 perempuan pra-sejahtera dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik dengan tujuan meningkatkan kapasitas kewirausahaan sekaligus mendorong lahirnya produk-produk UMKM berbasis kearifan lokal (local wisdom).
Salah satu materi utama dalam pelatihan adalah inovasi pengolahan buah siwalan, yang disampaikan langsung oleh Ketua Pusat Studi dan Inovasi UMG, Dr. Umaimah, S.E., M.Ak., yang juga dikenal sebagai owner Roti PasRasa, UMKM yang telah mengembangkan berbagai produk pangan inovatif.
Dalam paparannya, Dr. Umaimah menegaskan bahwa pemilihan siwalan bukan tanpa alasan. Menurutnya, buah khas pesisir utara Jawa tersebut merupakan salah satu identitas Kabupaten Gresik yang memiliki nilai ekonomi tinggi apabila diolah secara kreatif.
“Kami sengaja memilih siwalan sebagai bahan utama pelatihan karena ini merupakan salah satu kekayaan hayati sekaligus identitas lokal Kabupaten Gresik. Selama ini siwalan lebih banyak dijual dalam bentuk segar atau produk yang masih sangat sederhana. Padahal, jika diolah dengan inovasi yang tepat, siwalan memiliki potensi menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing tinggi dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat,” jelas Dr. Umaimah.
Ia menambahkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak cukup hanya memberikan keterampilan berwirausaha, tetapi juga harus mampu mengangkat potensi lokal (local wisdom) agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
“Konsep pemberdayaan yang kami dorong adalah bagaimana masyarakat mampu melihat potensi yang ada di sekitarnya. Jangan selalu bergantung pada bahan baku dari luar daerah. Justru kekuatan UMKM terletak pada kemampuannya mengolah sumber daya lokal menjadi produk yang bernilai, memiliki cerita, dan menjadi ciri khas daerah. Inilah esensi dari local wisdom yang harus terus kita jaga sekaligus kita kembangkan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Umaimah menjelaskan bahwa pengembangan produk berbasis siwalan juga merupakan bagian dari upaya memperkuat branding Kabupaten Gresik sebagai daerah yang tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga memiliki kekayaan pangan lokal yang layak diperkenalkan ke pasar yang lebih luas.
“Ketika seseorang mendengar nama Gresik, jangan hanya teringat industri atau wisata religi. Kita juga ingin Gresik dikenal melalui produk-produk UMKM yang lahir dari kekayaan alamnya sendiri. Siwalan memiliki karakter yang unik, sehingga sangat potensial dikembangkan menjadi berbagai produk inovatif seperti roti, pastry, minuman, dessert, maupun oleh-oleh khas daerah,” tambahnya.
Dalam sesi praktik, peserta dikenalkan berbagai teknik pengolahan siwalan menjadi produk pangan yang memiliki nilai jual lebih tinggi, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan produk agar lebih menarik bagi konsumen. Peserta juga memperoleh wawasan mengenai pentingnya inovasi produk sebagai strategi meningkatkan daya saing UMKM di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Selain pelatihan inovasi produk lokal, peserta juga mendapatkan materi mengenai inovasi berwirausaha, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, branding produk, serta pendampingan usaha yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan.
Melalui Program PERMATA, PSI UMG berharap lahir lebih banyak perempuan pelaku usaha yang tidak hanya mandiri secara ekonomi, tetapi juga mampu menjadi agen pelestarian potensi lokal melalui pengembangan produk-produk kreatif berbasis sumber daya daerah.
Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen PSI UMG dalam mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat, inovasi, dan pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal, sehingga keberadaan UMKM tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga memperkuat identitas dan daya saing Kabupaten Gresik di tingkat regional maupun nasional.

